Oktober 31, 2009 oleh warsiutami
Dimensi dan indikator sebagai rambu-rambu penilaian akhlak mulia
| No |
Dimensi |
Indikator |
| 1 |
Disiplin |
Datang dan pulang tepat waktu
mengikuti kegiatan dengan tertip
|
| 2 |
Bersih |
Membuang sampah pada tempatnya |
| Mencuci tangan sebelum makan |
| Membersihkan tempat kegiatan |
| Merawat kebersihan diri |
| 3 |
Tanggungjawab |
Menyelesaikan tugas pada waktunya |
| Berani menanggung resiko |
| 4 |
Sopan Santun |
Berbicara dengan sopan |
| Bersikap hormat pada orang lain |
| Berpakaian sopan |
| Berposisi duduk yang sopan |
| 5 |
Hubungan Sosial |
Menjalin hubungan baik dengan guru |
| Menjalin hubungan baik dengan sesama teman |
| Menolong teman |
| Mau bekerjasama dalam kegiatan yang positif |
| 6 |
Jujur |
Menyampaikan pesan apa adanya |
| Mengatakan apa adanya |
| Tidak berlaku curang |
| 7 |
Pelaksanaan ibadah ritual |
Melaksanakan sembahyang |
| Menunaikan ibadah puasa |
| Berdoa |
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Oktober 24, 2009 oleh warsiutami

Cara menurunkan berat tubuh.
1. Sarapan dengan segelas jus buah/sayuran ( belimbing,apel, jambu,wortel dll), boleh dicampur-campur
2. Minum air putih minimal 3 liter sehari
3. Makan nasi putih dan lauk seperti biasa 2 kali sehari
4. Hindari ngemil gorengan, kacang, colkat,biskuit, ngemilah buah yang kaya air sedikit glukosa dan lemak.
5. Untuk lauk sebaiknya tidak digoreng ( sayur rebus, dikukus, dipanggang)
6. Jangan makan malam setelah jam 7 malam
7. Jangan makan setelah terasa lapar sekali( karena rasa lapar akan menjadikan anda rakus)
8. Hindari konsumsi gula, coklat.
9. Tidak perlu setiap hari menimbang berat tubuh karena akan membuat frustasi ( timbang seminggu sekali)
SELAMAT MENCOBA
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Oktober 22, 2009 oleh warsiutami
Tersentak aku dalam kemaraumu
Ranting kering membasahi sudut mataku
Embun pagi bagai mutiara hati
Luka menganga di dalam sanubari
Panas ini mengingatkan luka lama
Saat kumasih di pelukan bunda
Tetes air menghapus tiap dahaga
Dan menutup luka-luka di dada
Kini dukamu hampir sirna
Air yang dulu bagai fatamorgana
Telah tiba mengalir di dekat detak jantung
Membawa kebahagiaan yang tidak berujung
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »